PENGERTIAN, JENIS-JENIS, STRUKTUR DAN CONTOH CERITA FANTASI

Gambar
 CERITA FANTASI (NARASI)   Bagi para penikmat film pasti sudah tidak asing dengan kata-kata fantasi. Seperti halnya film fantasi yang hanya ada dalam dunia hayalan. Cerita fantasi juga hanya ada dalam imajinasi atau hayalan seseorang saja. Cerita fantasi merupakan salah satu genre cerita yang sangat penting untuk melatih kreativitas. Berfantasi secara aktif bias mengasah kreativitas. Kamu juga bias menjadi penulis hebat. Di Indonesia kita memiliki penulis hebat yang menulis berbagai cerita fantasi, yaitu Ugi Agustono dan Joko Lelono. Mereka menulis cerita fantasi dengan nuansa local. Jika kamu belajar dengan tekun dan tidak takut berkreasi, kamu juga dapat menulis cerita fantasi seperti mereka. Cerita fantasi merupakan sebuah karya tulis yang dibangun menggunakan alur cerita yang normal, namun memiliki sifat imajinatif dan khayalan semata. Pada cerita fantasi, hal yang bersifat tidak mungkin merupakan hal yang biasa dan bukan hal yang aneh, bahkan sengaja dilebih-lebihkan, jik...

PUISI Terbaru. Kata Hati Siswi MTs


Menurut KBBI puisi adalah:

1.  Ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait

2.  Gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus


Bahasanya yang indah dan romantis menjadi salah satu alasan puisi selalu menarik perhatian. Selain itu, tak jarang seseorang menggunakan media puisi untuk menyatakan kasih sayang kepada orang tua atau kerinduan dengan seorang sahabat.

Puisi memiliki berbagai macam jenis aliran, seperti puisi lama, puisi baru, puisi kontemporer, hingga puisi konkret. Semua jenis puisi tersebut masing-masing memiliki karakteristiknya sendiri.

Hujan

(Oleh: Kaila fatimah)

 

Gemercik air yang turun sore ini

Menambahkan kehangatan hati ini

Soal kerinduan yang menjadi-jadi

Kepada seorang yang ku sayangi

 

Hujan…

Setiap tetesmu menandakan sebuah arti

Arti tentang caraku memikirkannya

Tentang kenangan di sore hari

Dan semua suka duka bersamanya

 

Hujan kau turun dengan lembut

Membasahi seluruh isi bumi

Dan tanpa kau sadari

Kau membasahi hati yang panas ini

Hujan….

Derasmu menutupi tangisku

Derasmu menutupi kesedihanku

Menutupi mata ini yang layu

Dan melemaskan hati yang kaku

 

Awan menggelayut tanda kehadiranmu

Yang akan datang untuk menghiburku

Dalam sepi bersama angin menderu

Menuntun langkah hati yang kaku

Oh hujan…

Bulan datang di malam hari

Matahari datang di siang hari

Tapi hujan ada di malam hari

Dan hujan ada di siang hari

Ku sambut kedatanganmu sore ini

Meghibur kesedihan hati ini

Membuat hati kembali riang

Dengan suaramu yang membuatku tenang


Ibu

(Kaila Fatimah)

 

Hembusan nafas hangatmu

Membuatku nyaman di pelukanmu

Tangan halus nan sucimu

Membuatku ingin selalu ingin di gendonganmu

Mata, hati, dan pikiranmu itu

Kau gunakan untuk menjagaku

Dengan letih dan keringatmu

Kau mengurus tubuh mungilku

Ibu…

Terkadang aku ingin bertanya kepadamu

Kenapa  kau berani melahirkanku

Karena ku tau betapa sakitnya dirimu

Sampai aku tak bisa membayangkan itu

Jiwa, raga dan nyawa kau pertaruhkan demi aku

Demi hati yang didamba-dambakan oleh mu

Tangis dan sakitmu membuat orang haru

Tapi kau bahagia mendengar tangisku

Tangis yang muncul atas pengorbananmu

Membuatku menangis mengingat itu

Darahmu tak kau pedulikan

Rasa sakit pun kau campakan

Ibu…

Katakana padaku

Bagaimana caraku membalasmu

Bagaimana caraku membahagiakanmu

Aku tak tahu ibu…

 Ibu…

Kau sering membohongiku

Penderitaanmu selalu kau sembunyikan dariku

Tangispun kau tahan di hadapanku

Sampai ku merasa durhaka karena semua itu

Maafkan aku yang sering melupakanmu

Yang sering membuncah tangismu

Terima kasih atas semua pengorbananmu

Walau ku malu mengatakannya padamu

 


Jendral Sudirman

(Kaila Fatimah)

10 November sakti

Engkau datang dengan berani

Membasmi tikus-tikus di  negeri ini

Hanya demi kemerdekaan kami

 

Bulan, hari, dan waktu terus berganti

Kau tak pernah lelah berdiri

Walau dengan rasa sakit di tubuhmu

Sekali lagi, hanya demi kemerdekaan kami

 

Di tengah Ibukota tempat perjuangan

Di tengah panasnya terik matahari

Ku lihat patungmu yang penuh pengorbanan

Yang terus tegak dan hormat tanpa lebih

 

Jendral …

Turunkan tanganmu itu …

Untuk siapa kau hormat

Dan siapa yang kau hormati

Apakah mereka yang menyepelekanmu …

 

Jendral …

Andaikan kau bisa bangun dari situ

Bangunlah sejenak jendral

Lihat bangsa dan negerimu

Bagaimana keadaannya sekarang

 

Tanpamu bangsa ini jadi apa

Perang saudara ada di mana-mana

Aku tak tahu harus berkata apa

 

Mengalir air mata ini mengenangmu

Mengingat semua pengorbananmu

Walau dengan keadaan sakit dalam tandu

Kau singkirkan semua musuh-musuh itu

 

Terima kasih Jendral...

Terima kasih atas semua jasa-jasamu

Terima kasih atas semua pengorbananmu

Hingga hal kembali di tangan bangsa ini



Nama                           : Kaila Fatimah

Tempat, Tgl, Lahir      : Purwakarta, 21 Agustus 2005

Pendidikan                  : Alumni MTs Asy Syaafi’iyyah


Sebelas Bulan Rindu

(Anisa Wulandari)

Pagi tersenyum, siang tertawa

Sore tersipu malu, malam yang indah

Hari-hari berganti indah

Bunga terus mekar di pagi hari

Waktu berputar

Senja datang mempertemukan kita

Walau awan dan langit

Berjarak tiada batas

Tapi kita selalu terkait oleh telepati rasa

 

Tak bisa melihatmu…

Di sini dan di sana …

Hanya kemarin bukan sekarang atau besok

Cepatnya rotasi galaksi berputar

Hingga waktuku mengucapkan pesan untukmu …

Walau kata rindu yang ada di sini

Memblenggu rapat di dalam hati …

 

Bulan apa ini …

Bulan apa sekarang …

Teriakan hati tiba-tiba membisu rapat …

Saat melihat ke atas indah warna

Putih …. Biru … jingga … hitam kapas putih selimut bumi

 

Detik berjalan cepat

Waktu berjalan lambat

Andai waktu bisa di putar

Anadai dulu bisa menjadi sekarang …

Daun berguguran di air mengalir …

Sebelas bulan ini penuh rindu yang gugur

 Di dalam waktu yang penuh air mata

Dan teriakan hati …

Ibu

(Anisa wulandari)

Saat tanggal, hari, dan bulan

Lahirlah momen penuh ….

Kebahagiaan dengan sakit yang luar biasa

Tak ada masalah bagi seorang Ibu

 

Ibu …

Pengorbananmu sungguh luar biasa

Jauhpun kau lewati

Sakitpun kau tahan demi aku

Kau rela mengorbankan nyawamu

Kepadaku

 

Ibu …

Kau tinggal meninggalkan ku

Saat ku belum mengerti huruf

Yang ku tahu adalah kasih sayangmu

Bukan tega, tapi kau kuatkan hati

Untuk menjadikanku seorang anak yang sukses

 

Ibu …

Jangan sembunyi

Jangan pergi

Langkah kaki dan mata mencarimu

Saat kau pergi dengan kendaraan

Roda empat yang melaju cepat

Di hadapanku

Tangismu sungguh deras saat

Kita berpisah

Saat itu yang ku lakukan adalah

Mengejarmu

Jauhnya jarak selama mengejarmu

Kaki terhenti lemas

Air turun deras membasahi muka kecilku

 

Ibu …. Ibu ….

Jangan tinggalkan ku dalam sarang kecilku

Ibu …

Tetesan air terjun deras setiap waktu

 

Malam yang dingin

Mata hanya bisa melihatmu dalam mimpi

Teriakanku memanggilmu

Ibu … Ibu … Ibu …

 

Panasnya tubuhku

Sakitnya nyawa tanpamu

Waktu berputar cepat

Selama tahun-tahun berlalu

Kau tinggalkan ku di sini

Lahirlah rindu penuh air mata mas kecilku

 

Ibu …

Kapan suatu hari nanti

Ibu …

Kapan ibu bisa merangkulku lagi

 

Kadang hanya bisa melihat Ibu

Di dalam bingkai foto

Kadang hanya bisa membayangkan wajahmu

Yang penuh cahaya bagiku

 

Tapi aku hanya bisa

Berharap Ibu selalu bersamaku

Walaupun tiada Ibu di sisiku

Tapi Ibu selalu di hatiku

 

Masa depan yang akan datang

Aku ingin membuat Ibu bahagia

Dengan kesuksesanku saat nanti

Profil

Nama                                 : Anisa Wulandari

Tempat, Tgl, Lahir            : Kebumen, 19 Jun 2005

Pendidikan                         : Alumni MTs Asy Syaafi’iyyah

                                                  Kuwarasan Kebumen


Barisan SemutHijau

(Oleh: BIntang Nafisatunnajah)

 

Saat semburat merah memunculkan keindahannya dari timur

Saat kehangatan menerpa Tubuh kami melalui cahayanya

Dan saat itu juga

Alam memperlihatkan pesonanya

Daun-daun menari dengan eloknya

Lautan terpapar jelas menampakan panoramanya

Pada waktu yang sama

Barisan semut hijau siap memulai hari yang ceria

Dengan dasi yang melingkar dileher

Dan sepatu yang terikat di kaki

Kami berangkat dengan percaya diri

Tuk menggapai mimpi

Bertekad bersama

Untuk menyelamatkan Negara

Dari berbagai ancaman yang melanda

Agar dunia pun tahu

Kami bisa

Tak hanya mereka

Yang manja karena harta

Kami selalu berjuang tuk menggapai asa

Untuk Indonesia

Yang selalu menjadi milik kita

Nama                                 : Bintang Nafisatunnajah

Tempat, Tgl, Lahir            : Kebumen, 16 April 2007

Pendidikan                        : kelas VIII MTs Asy Syaafi’iyyah

                                                  Kuwarasan Kebumen


Waktu Yang Akan Menjawab

(Oleh Alfiana Maulyda)

 

Masih ingatkah saat kita bersama dulu

Mengingat tali persahabatan, persaudaraan dengan begitu erat

Yang mungkin tdak seorangpun dapat melepasnya

Namun memisahkan kita semua

Waktu itu telah pergi

Waktu itu sangat berharga bagimu

Waktu itu tidak bisa diulang kembali

Biarkan waktu yang akan menjawab pertanyaan mu

Namun detik demi detik kian berlalu

Semua telah hilang ditelan zaman

Bagaikan dedaunan yang terurai tanah

Yang tak bisa kembali seperti semula

Saat hati ini teringat pada kalian semua

Saat itu pula air mata ini keluar menetes

Saat hati ini merasakan semua kenangan indah

Saat itu pula aku ingin bersam kalian

Apakah kita masih mampu untuk bersama

Bercanda dan tertawa seperti dahulu lagi

Namun apakah itu hanya sebatas angin yang kian berlalu

Hanya waktu yang bisa menjawab


Nama                                 : Alfiana Maulyda

Tempat, Tgl, Lahir            : Kebumen, 15 April 2007

Pendidikan                        : Kelas VII MTs Asy Syaafi’iyyah

                                             Kuwarasan Kebumen





Video Song Ya Maulana Cover Kaila

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STRUKTUR TEKS DESKRIPSI

PENGERTIAN, JENIS-JENIS, STRUKTUR DAN CONTOH CERITA FANTASI