PENGERTIAN, JENIS-JENIS, STRUKTUR DAN CONTOH CERITA FANTASI
Menurut KBBI puisi adalah:
1. Ragam
sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik
dan bait
2. Gubahan
dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga
mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus
lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus
Bahasanya yang
indah dan romantis menjadi salah satu alasan puisi selalu menarik perhatian.
Selain itu, tak jarang seseorang menggunakan media puisi untuk menyatakan kasih
sayang kepada orang tua atau kerinduan dengan seorang sahabat.
Puisi memiliki berbagai
macam jenis aliran, seperti puisi lama, puisi baru, puisi kontemporer, hingga
puisi konkret. Semua jenis puisi tersebut masing-masing memiliki
karakteristiknya sendiri.
Hujan
(Oleh: Kaila
fatimah)
Gemercik air yang turun sore ini
Menambahkan kehangatan hati ini
Soal kerinduan yang menjadi-jadi
Kepada seorang yang ku sayangi
Hujan…
Setiap tetesmu menandakan sebuah arti
Arti tentang caraku memikirkannya
Tentang kenangan di sore hari
Dan semua suka duka bersamanya
Hujan kau turun dengan lembut
Membasahi seluruh isi bumi
Dan tanpa kau sadari
Kau membasahi hati yang panas ini
Hujan….
Derasmu menutupi tangisku
Derasmu menutupi kesedihanku
Menutupi mata ini yang layu
Dan melemaskan hati yang kaku
Awan menggelayut tanda kehadiranmu
Yang akan datang untuk menghiburku
Dalam sepi bersama angin menderu
Menuntun
langkah hati yang kaku
Oh hujan…
Bulan datang di malam hari
Matahari datang di siang hari
Tapi hujan ada di malam hari
Dan hujan ada di siang hari
Ku sambut kedatanganmu sore ini
Meghibur kesedihan hati ini
Membuat hati kembali riang
Dengan
suaramu yang membuatku tenang
Ibu
(Kaila Fatimah)
Hembusan nafas hangatmu
Membuatku nyaman di pelukanmu
Tangan halus nan sucimu
Membuatku ingin selalu ingin di gendonganmu
Mata, hati, dan
pikiranmu itu
Kau gunakan
untuk menjagaku
Dengan letih
dan keringatmu
Kau mengurus
tubuh mungilku
Ibu…
Terkadang aku ingin bertanya kepadamu
Kenapa kau berani
melahirkanku
Karena ku tau betapa sakitnya dirimu
Sampai aku tak bisa membayangkan itu
Jiwa, raga dan
nyawa kau pertaruhkan demi aku
Demi hati yang
didamba-dambakan oleh mu
Tangis dan sakitmu
membuat orang haru
Tapi kau
bahagia mendengar tangisku
Tangis yang muncul atas pengorbananmu
Membuatku menangis mengingat itu
Darahmu tak kau pedulikan
Rasa sakit pun kau campakan
Ibu…
Katakana padaku
Bagaimana
caraku membalasmu
Bagaimana
caraku membahagiakanmu
Aku tak tahu
ibu…
Ibu…
Kau sering membohongiku
Penderitaanmu selalu kau sembunyikan dariku
Tangispun kau tahan di hadapanku
Sampai ku merasa durhaka karena semua itu
Maafkan aku
yang sering melupakanmu
Yang sering
membuncah tangismu
Terima kasih
atas semua pengorbananmu
Walau ku malu
mengatakannya padamu
Jendral Sudirman
(Kaila Fatimah)
10 November sakti
Engkau datang dengan berani
Membasmi tikus-tikus di
negeri ini
Hanya demi kemerdekaan kami
Bulan, hari, dan waktu terus berganti
Kau tak pernah lelah berdiri
Walau dengan rasa sakit di tubuhmu
Sekali lagi, hanya demi kemerdekaan kami
Di tengah Ibukota tempat perjuangan
Di tengah panasnya terik matahari
Ku lihat patungmu yang penuh pengorbanan
Yang terus tegak dan hormat tanpa lebih
Jendral …
Turunkan tanganmu itu …
Untuk siapa kau hormat
Dan siapa yang kau hormati
Apakah mereka yang menyepelekanmu …
Jendral …
Andaikan kau bisa bangun dari situ
Bangunlah sejenak jendral
Lihat bangsa dan negerimu
Bagaimana keadaannya sekarang
Tanpamu bangsa ini jadi apa
Perang saudara ada di mana-mana
Aku tak tahu harus berkata apa
Mengalir air mata ini mengenangmu
Mengingat semua pengorbananmu
Walau dengan keadaan sakit dalam tandu
Kau singkirkan semua musuh-musuh itu
Terima kasih Jendral...
Terima kasih atas semua jasa-jasamu
Terima kasih atas semua pengorbananmu
Hingga hal kembali di tangan bangsa ini
Nama : Kaila Fatimah
Tempat, Tgl, Lahir : Purwakarta, 21 Agustus 2005
Pendidikan : Alumni MTs Asy Syaafi’iyyah
Sebelas Bulan Rindu
(Anisa Wulandari)
Pagi
tersenyum, siang tertawa
Sore
tersipu malu, malam yang indah
Hari-hari
berganti indah
Bunga
terus mekar di pagi hari
Waktu
berputar
Senja
datang mempertemukan kita
Walau
awan dan langit
Berjarak
tiada batas
Tapi
kita selalu terkait oleh telepati rasa
Tak
bisa melihatmu…
Di
sini dan di sana …
Hanya
kemarin bukan sekarang atau besok
Cepatnya
rotasi galaksi berputar
Hingga
waktuku mengucapkan pesan untukmu …
Walau
kata rindu yang ada di sini
Memblenggu
rapat di dalam hati …
Bulan
apa ini …
Bulan
apa sekarang …
Teriakan
hati tiba-tiba membisu rapat …
Saat
melihat ke atas indah warna
Putih
…. Biru … jingga … hitam kapas putih selimut bumi
Detik
berjalan cepat
Waktu
berjalan lambat
Andai
waktu bisa di putar
Anadai
dulu bisa menjadi sekarang …
Daun
berguguran di air mengalir …
Sebelas
bulan ini penuh rindu yang gugur
Di dalam waktu yang penuh air mata
Dan
teriakan hati …
Ibu
(Anisa wulandari)
Saat tanggal,
hari, dan bulan
Lahirlah momen
penuh ….
Kebahagiaan
dengan sakit yang luar biasa
Tak ada masalah
bagi seorang Ibu
Ibu …
Pengorbananmu
sungguh luar biasa
Jauhpun kau
lewati
Sakitpun kau
tahan demi aku
Kau rela mengorbankan
nyawamu
Kepadaku
Ibu …
Kau tinggal
meninggalkan ku
Saat ku belum
mengerti huruf
Yang ku tahu
adalah kasih sayangmu
Bukan tega,
tapi kau kuatkan hati
Untuk
menjadikanku seorang anak yang sukses
Ibu …
Jangan sembunyi
Jangan pergi
Langkah kaki
dan mata mencarimu
Saat kau pergi
dengan kendaraan
Roda empat yang
melaju cepat
Di hadapanku
Tangismu
sungguh deras saat
Kita berpisah
Saat itu yang
ku lakukan adalah
Mengejarmu
Jauhnya jarak
selama mengejarmu
Kaki terhenti
lemas
Air turun deras
membasahi muka kecilku
Ibu …. Ibu ….
Jangan
tinggalkan ku dalam sarang kecilku
Ibu …
Tetesan air
terjun deras setiap waktu
Malam yang
dingin
Mata hanya bisa
melihatmu dalam mimpi
Teriakanku
memanggilmu
Ibu … Ibu … Ibu
…
Panasnya
tubuhku
Sakitnya nyawa
tanpamu
Waktu berputar
cepat
Selama
tahun-tahun berlalu
Kau tinggalkan
ku di sini
Lahirlah rindu
penuh air mata mas kecilku
Ibu …
Kapan suatu
hari nanti
Ibu …
Kapan ibu bisa
merangkulku lagi
Kadang hanya
bisa melihat Ibu
Di dalam
bingkai foto
Kadang hanya
bisa membayangkan wajahmu
Yang penuh
cahaya bagiku
Tapi aku hanya
bisa
Berharap Ibu
selalu bersamaku
Walaupun tiada
Ibu di sisiku
Tapi Ibu selalu
di hatiku
Masa depan yang
akan datang
Aku ingin
membuat Ibu bahagia
Dengan
kesuksesanku saat nanti
Profil
Nama :
Anisa Wulandari
Tempat, Tgl, Lahir :
Kebumen, 19 Jun 2005
Pendidikan : Alumni MTs Asy Syaafi’iyyah
Kuwarasan Kebumen
Barisan SemutHijau
(Oleh:
BIntang Nafisatunnajah)
Saat semburat merah memunculkan keindahannya dari timur
Saat kehangatan menerpa Tubuh kami melalui cahayanya
Dan saat itu juga
Alam memperlihatkan pesonanya
Daun-daun menari dengan eloknya
Lautan terpapar jelas menampakan panoramanya
Pada waktu yang sama
Barisan semut hijau siap memulai hari yang ceria
Dengan dasi yang melingkar dileher
Dan sepatu yang terikat di kaki
Kami berangkat dengan percaya diri
Tuk menggapai mimpi
Bertekad bersama
Untuk menyelamatkan Negara
Dari berbagai ancaman yang melanda
Agar dunia pun tahu
Kami bisa
Tak hanya mereka
Yang manja karena harta
Kami selalu berjuang tuk menggapai asa
Untuk Indonesia
Yang selalu menjadi milik kita
Nama :
Bintang Nafisatunnajah
Tempat, Tgl, Lahir : Kebumen, 16 April 2007
Pendidikan :
kelas VIII MTs Asy Syaafi’iyyah
Kuwarasan Kebumen
Waktu Yang Akan
Menjawab
(Oleh Alfiana
Maulyda)
Masih ingatkah saat kita bersama dulu
Mengingat tali persahabatan, persaudaraan dengan begitu erat
Yang mungkin tdak seorangpun dapat melepasnya
Namun memisahkan kita semua
Waktu itu telah pergi
Waktu itu sangat berharga bagimu
Waktu itu tidak bisa diulang
kembali
Biarkan waktu yang akan menjawab
pertanyaan mu
Namun detik demi detik kian berlalu
Semua telah hilang ditelan zaman
Bagaikan dedaunan yang terurai tanah
Yang tak bisa kembali seperti semula
Saat hati ini teringat pada kalian
semua
Saat itu pula air mata ini keluar
menetes
Saat hati ini merasakan semua
kenangan indah
Saat itu pula aku ingin bersam
kalian
Apakah kita masih mampu untuk bersama
Bercanda dan tertawa seperti dahulu lagi
Namun apakah itu hanya sebatas angin yang kian berlalu
Hanya waktu yang bisa menjawab
Nama :
Alfiana Maulyda
Tempat, Tgl, Lahir :
Kebumen, 15 April 2007
Pendidikan : Kelas VII MTs Asy Syaafi’iyyah
Kuwarasan Kebumen
Komentar
Posting Komentar